Memindahkan website tanpa perubahan URL
Apakah memindahkan website juga melakukan perubahan URL? Jika Anda melakukan perubahan URL, silahkan pergi ke Pemindahan website dengan perubahan URL.
Beberapa hal yang dipersiapkan
- Tinjau FAQ dan informasi dasar pemindahan website. Ketahui apa yang akan terjadi dan bagaimana pengaruhnya terhadap pengguna.
- Siapkan infrastruktur hosting baru. Upload konten Anda ke server baru atau konfigurasikan CDN dan server asal, kemudian uji.
- Mulai pemindahan website. Ubah setelan DNS nama domain agar mengarah ke infrastruktur hosting baru. Langkah ini adalah langkah pemindahan website aktual yang memulai proses pengiriman traffic ke infrastruktur baru.
- Uji website di server baru. Lakukan beberapa hal ini langsung setelah melakukan pemindahan website sebelum membuka akses ke publik untuk menjamin bahwa website benar-benar berfungsi dengan baik.
- Pantau traffic. Amati traffic yang disuguhkan oleh hosting lama dan baru.
- Nonaktifkan. Nonaktifkan infrastruktur hosting lama saat Anda yakin bahwa semua pengguna menerima konten dengan benar dari infrastruktur baru dan tak seorang pun menggunakan infrastruktur lama.
Siapkan Infrastruktur Hosting Baru
Bagian ini membahas langkah yang perlu dilakukan sebelum memulai pemindahan situs aktual.
Uji server
- Pastikan server sesuai dengan spesifikasi server sebelumnya. Dengan catatan aplikasi yang dipindahkan tidak ada perubahan, misal pada bagian source code-nya. Pastikan jenis bahasa yang digunakannya, misal PHP dengan versi yang standar sekarang adalah 7.4, tapi jika aplikasi menggunakan versi di bawahnya dapat disesuaikan untuk sementara dengan catatan ke depannya aplikasi perlu di-upgrade bahasanya ke versi 7.4 (untuk PHP). Selain bahasanya juga jenis databasenya dan spesifikasi lainnya.
- TBD.
Turunkan nilai TTL untuk data DNS
Anda dapat membantu mempercepat pemindahan situs jika menurunkan nilai TTL data DNS wesbite, yang akan memungkinkan setelan baru diterapkan ke ISP lebih cepat. Setelan DNS biasanya di-cache ISP berdasarkan setelan Time to Live (TTL) yang ditentukan. Pertimbangkan untuk menurunkan TTL ke nilai rendah konservatif (misalnya, beberapa jam) setidaknya satu minggu sebelum pemindahan situs untuk memperbarui cache DNS lebih cepat.
Tinjau verifikasi Search Console (Opsional untuk website yang menggunakan SEO)
Pastikan verifikasi Search Console terus berfungsi setelah pemindahan situs.
Jika Anda menggunakan metode file HTML untuk memverifikasi kepemilikan website, pastikan Anda tidak lupa menyertakan file verifikasi saat ini dalam salinan website yang baru.
Begitu juga, jika Anda menyertakan tag meta atau Google Analytics pada template sistem pengelolaan konten (CMS) guna memverifikasi kepemilikan, pastikan juga menyertakannya.
Dokumentasi akses server
Setelah semua dipersiapkan, info akses server dapat dicatat dan didokumentasikan serta selanjutnya diinformasikan ke pengembang atau pemilik aplikasi, agar mereka dapat mengakses dan memindahkan websitenya.
Memulai pemindahan website
Proses pemindahannya adalah sebagai berikut.
- Dokumentasi proses pemindahan. Sebelum memulai proses, pastikan untuk mendokumentasikannya dari awal hingga akhir proses. Sebagai awal, dapat dengan mengambil gambar dari informasi IP di server/infrastruktur yang lama.
- Ganti halaman pada website di layanan hosting/server lama. Sebelum membuat salinan dari website/aplikasi, pemilik dari aplikasi perlu membuat halaman index sementara yang dapat diakses oleh publik. Halaman ini digunakan untuk memberhentikan akses sementara user ke website yang akan dipindahkan. Ini dilakukan supaya user tidak melakukan perubahan pada aplikasi/website. Selain itu halaman ini juga sebagai informasi ke user bahwa website sedang tidak dapat diakses dan dalam proses pemeliharaan/maintenance. Untuk halaman maintenance khusus web subdomain Pemerintah Kota Denpasar dapat menggunakan halaman ini, agar sesuai dengan standar dan seragam.
- Lakukan backup pada source code. Umumnya source code aplikasi ditaruh pada home folder di direktori public_html pada cpanel. Ini juga tergantung dari developer yang mengembangkan aplikasi/website tersebut. Jika tidak yakin di-mana source code ditaruh dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak developernya. Untuk metode backup-nya dapat dengan cara membuatkan arsip langsung berupa file dengan ekstensi .zip pada file manager di cpanel atau dengan menggunakan FTP.
- Lakukan backup pada database. Untuk backup database dapat dilakukan dengan menggunakan Database Administration Tool seperti phpMyAdmin (untuk jenis database MySQL). Sesuaikan dengan jenis database yang digunakan oleh aplikasi.
- Catat informasi database, user dan password pada source code (Opsional). Ini dilakukan agar tidak melakukan penggantian user dan password lagi pada source code di infrastruktur yang baru.
- Upload source code dan database ke server baru. Untuk pemindahan source code ke server yang baru dapat dengan menggunakan FTP atau langsung upload file arsip *.zip melalui file manager pada cpanel dan memakai phpMyAdmin untuk migrasi databasenya.
- Konfigurasi website di server yang baru. Ganti user dan password database.
- Perbarui setelan DNS. Anda memulai pemindahan situs dengan memperbarui data DNS agar mengarah ke penyedia hosting baru. Hubungi penyedia DNS Anda untuk mengetahui cara melakukannya. Karena setelan cache DNS di-cache, perlu waktu beberapa saat untuk menyebarkan data sepenuhnya ke semua pengguna di internet.
Uji website di server baru
Berikut ada beberapa hal/saran yang dapat dilakukan setelah melakukan pemindahan website.
- Buat lingkungan pengujian, mungkin dengan akses IP tertentu, yang digunakan untuk menguji semua fitur sebelum website ditayangkan.
- Izinkan pengujian publik dengan nama host sementara untuk infrastruktur baru (seperti beta.example.com, beta-subdomain.example.go.id), sehingga Anda dapat menguji aksesibilitas menurut browser. Nama host sementara dapat membantu Anda menguji apakah user dapat menjangkau website Anda atau tidak dan menandakan atau memberi informasi ke user bahwa website masih dalam proses perubahan/migrasi yang mungkin rentan akan bug/error.
- Buka situs baru di browser web dan tinjau semua elemen situs: halaman web, gambar, formulir, dan download (seperti file PDF).
- Uji traffic. Uji website baru dengan sebagian kecil live traffic jika memungkinkan.
- Dokumentasi, bahwa website sudah berhasil dipindahkan ke server/infrastruktur yang baru.
Memantau traffic
Berikut hal yang dapat Anda lakukan untuk memastikan pemindahan berjalan lancar:
- Perhatikan log server baik pada server lama maupun baru.
Seiring penyebaran setelan DNS dan pemindahan traffic situs, Anda akan melihat penurunan traffic yang tercatat dalam log di server lama, dan peningkatan traffic terkait di server baru. - Gunakan alat pemeriksaan DNS publik yang lain.
Periksa apakah ISP lain di seluruh dunia diperbarui ke setelan DNS baru dengan benar.
Menonaktifkan hosting lama
Periksa log server di penyedia atau infrastruktur lama, lalu setelah traffic-nya mencapai angka nol, Anda dapat menonaktifkan infrastruktur hosting lama. Tindakan ini mengakhiri proses pemindahan website.
Tidak ada komentar