Pemeliharaan

Buku ini memuat tata cara pemeliharaan pada aplikasi, infrastruktur dan jaringan.

Informasi Umum Pemeliharaan

Informasi Umum Pemeliharaan

Apa itu Pemeliharaan?

Sistem informasi atau aplikasi yang sudah dibangun agar dapat berjalan dengan baik harus di pelihara atau di-maintenance. Bahkan mungkin ini sudah menjadi rumus supaya sistem atau aplikasi yang sudah dibangun dapat berjalan tanpa masalah, maka harus ada maintenance, tidak cukup dibangun saja lalu selesai.

Mengingat resiko jika tidak di-maintenance atau dipelihara kemungkinan sewaktu-waktu bisa ada masalah dapat menghambat berjalannya bisnis perusahaan dan mengakibatkan kerugian. Hal ini tentu sangat tidak diharapkan.

Proses cara apa saja yang biasa dilakukan untuk pemeliharaan. Jenis-jenis pemeliharaan ada berbagai macam, seperti pada poin-poin berikut ini:

Pemeliharaan Korektif
Pemeliharaan korektif adalah bagian pemeliharaan sistem yang tidak begitu tinggi nilainya dan lebih membebani, karena pemeliharaan ini mengkoreksi kesalahan-kesalahan yang ditemukan pada saat sistem berjalan. Umumnya pemeliharaan korektif ini mencakup kondisi penting atau bahaya yang memerlukan tindakan segera. Kemampuan untuk mendiagnosa atau memperbaiki kesalahan atau malfungsi dengan cepat sangatlah berharga bagi perusahaan.

Pemeliharaan Adaptif
Pemeliharaan adaptif dilakukan untuk menyesuaikan perubahan dalam lingkungan data atau pemrosesan dan memenuhi persyaratan pemakai baru. Lingkungan tempat sistem beroperasi adalah dinamik, dengan demikian, sistem harus terus merespon perubahan persyaratan pemakai. Misalnya, Undang-Undang Perpajakan yang baru mungkin memerlukan suatu perubahan dalam kalkulasi pembayaran bersih. Umumnya pemeliharaan adatif ini baik dan tidak dapat dihindari.

Pemeliharaan Perfektif (Penyempurnaan)
Pemeliharaan penyempurnaan mempertinggi cara kerja atau maintainabilitas (kemampuan untuk dipelihara). Tindakan ini juga memungkinkan sistem untuk memenuhi persyaratan pemakai yang sebelumnya tidak dikenal. Ketika membuat perubahan substansial modul apapun, petugas pemeliharaan juga menggunakan kesempatan untuk meng-upgrade kode, mengganti cabang-cabang yang kadaluwarsa, memperbaiki kecerobohan, dan mengembangkan dokumentasi. Sebagai contoh, kegiatan pemeliharaan ini dapat berbentuk perekayasaan ulang atau restrukturisasi perangkat lunak, penulisan ulang dokumentasi, pengubahan format dan isi laporan, penentuan logika pemrosesan yang lebih efisien, dan pengembangan efisiensi pengoperasian perangkat.

Pemeliharaan Preventif
Pemeliharaan Preventif terdiri atas inspeksi periodik dan pemeriksaan sistem untuk mengungkap dan mengantisipasi permasalahan. Karena personil pemeliharaan sistem bekerja dalam sistem ini, mereka seringkali menemukan cacat-cacat (bukan kesalahan yang sebenarnya) yang menandakan permasalahan potensial. Sementara tidak memerlukan tindakan segera, cacat ini bila tidak dikoreksi di tingkat awal, jelas sekali akan mempengaruhi baik fungsi sistem maupun kemampuan untuk memeliharanya dalam waktu dekat.

Informasi Umum Pemeliharaan

Pemindahan Website/Aplikasi

Sebagai pemilik website, suatu saat Anda mungkin ingin memindahkan situs ke URL atau infrastruktur lain karena suatu alasan. Halaman ini membahas beragam skenario pemindahan situs serta memberikan tips tentang cara menyiapkan, menerapkan, dan memantaunya. Ini juga berlaku bagi penyedia layanan bukan hanya client yang menjadi pemilik website/aplikasi.

Dalam dokumentasi ini, desain ulang (redesign) website tidak dianggap sebagai pemindahan website/aplikasi, meskipun melibatkan penambahan URL.

Desain ulang berarti mengubah tata letak halaman yang sudah ada, atau menambahkan halaman konten baru. Pemindahan berarti memindahkan halaman yang ada dengan salah satu cara sebagai berikut:

Rekomendasi untuk pemindahan situs/website/aplikasi

Pemeliharaan Aplikasi

Pemeliharaan Aplikasi

Memindahkan website tanpa perubahan URL

Panduan ini menunjukkan cara untuk memigrasikan website/aplikasi pada infrastruktur hosting atau server. Misalnya, saat berganti penyedia hosting atau berpindah ke jaringan distribusi konten (CDN). Panduan ini hanya untuk migrasi yang tidak memengaruhi URL yang terlihat pengguna.

Apakah memindahkan website juga melakukan perubahan URL? Jika Anda melakukan perubahan URL, silahkan pergi ke Pemindahan website dengan perubahan URL.

Beberapa hal yang dipersiapkan

  1. Tinjau FAQ dan informasi dasar pemindahan website. Ketahui apa yang akan terjadi dan bagaimana pengaruhnya terhadap pengguna.
  2. Siapkan infrastruktur hosting baru. Upload konten Anda ke server baru atau konfigurasikan CDN dan server asal, kemudian uji.
  3. Mulai pemindahan website. Ubah setelan DNS nama domain agar mengarah ke infrastruktur hosting baru. Langkah ini adalah langkah pemindahan website aktual yang memulai proses pengiriman traffic ke infrastruktur baru.
  4. Uji website di server baru. Lakukan beberapa hal ini langsung setelah melakukan pemindahan website sebelum membuka akses ke publik untuk menjamin bahwa website benar-benar berfungsi dengan baik.
  5. Pantau traffic. Amati traffic yang disuguhkan oleh hosting lama dan baru.
  6. Nonaktifkan. Nonaktifkan infrastruktur hosting lama saat Anda yakin bahwa semua pengguna menerima konten dengan benar dari infrastruktur baru dan tak seorang pun menggunakan infrastruktur lama.

Siapkan Infrastruktur Hosting Baru

Bagian ini membahas langkah yang perlu dilakukan sebelum memulai pemindahan situs aktual.

Anda dapat membantu mempercepat pemindahan situs jika menurunkan nilai TTL data DNS wesbite, yang akan memungkinkan setelan baru diterapkan ke ISP lebih cepat. Setelan DNS biasanya di-cache ISP berdasarkan setelan Time to Live (TTL) yang ditentukan. Pertimbangkan untuk menurunkan TTL ke nilai rendah konservatif (misalnya, beberapa jam) setidaknya satu minggu sebelum pemindahan situs untuk memperbarui cache DNS lebih cepat.

Pastikan verifikasi Search Console terus berfungsi setelah pemindahan situs.

Jika Anda menggunakan metode file HTML untuk memverifikasi kepemilikan website, pastikan Anda tidak lupa menyertakan file verifikasi saat ini dalam salinan website yang baru.

Begitu juga, jika Anda menyertakan tag meta atau Google Analytics pada template sistem pengelolaan konten (CMS) guna memverifikasi kepemilikan, pastikan juga menyertakannya.

Dokumentasi akses server

Setelah semua dipersiapkan, info akses server dapat dicatat dan didokumentasikan serta selanjutnya diinformasikan ke pengembang atau pemilik aplikasi, agar mereka dapat mengakses dan memindahkan websitenya. 

Proses pemindahannya adalah sebagai berikut.

  1. Dokumentasi proses pemindahan. Sebelum memulai proses, pastikan untuk mendokumentasikannya dari awal hingga akhir proses. Sebagai awal, dapat dengan mengambil gambar dari informasi IP di server/infrastruktur yang lama.
  2. Ganti halaman pada website di layanan hosting/server lama. Sebelum membuat salinan dari website/aplikasi, pemilik dari aplikasi perlu membuat halaman index sementara yang dapat diakses oleh publik. Halaman ini digunakan untuk memberhentikan akses sementara user ke website yang akan dipindahkan. Ini dilakukan supaya user tidak melakukan perubahan pada aplikasi/website. Selain itu halaman ini juga sebagai informasi ke user bahwa website sedang tidak dapat diakses dan dalam proses pemeliharaan/maintenance. Untuk halaman maintenance khusus web subdomain Pemerintah Kota Denpasar dapat menggunakan halaman ini, agar sesuai dengan standar dan seragam.
  3. Lakukan backup pada source code. Umumnya source code aplikasi ditaruh pada home folder di direktori public_html pada cpanel. Ini juga tergantung dari developer yang mengembangkan aplikasi/website tersebut. Jika tidak yakin di-mana source code ditaruh dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak developernya. Untuk metode backup-nya dapat dengan cara membuatkan arsip langsung berupa file dengan ekstensi .zip pada file manager di cpanel atau dengan menggunakan FTP.
  4. Lakukan backup pada database. Untuk backup database dapat dilakukan dengan menggunakan Database Administration Tool seperti phpMyAdmin (untuk jenis database MySQL). Sesuaikan dengan jenis database yang digunakan oleh aplikasi.
  5. Catat informasi database, user dan password pada source code (Opsional). Ini dilakukan agar tidak melakukan penggantian user dan password lagi pada source code di infrastruktur yang baru. 
  6. Upload source code dan database ke server baru. Untuk pemindahan source code ke server yang baru dapat dengan menggunakan FTP atau langsung upload file arsip *.zip melalui file manager pada cpanel dan memakai phpMyAdmin untuk migrasi databasenya. 
  7. Konfigurasi website di server yang baru. Ganti user dan password database.
  8. Perbarui setelan DNS. Anda memulai pemindahan situs dengan memperbarui data DNS agar mengarah ke penyedia hosting baru. Hubungi penyedia DNS Anda untuk mengetahui cara melakukannya. Karena setelan cache DNS di-cache, perlu waktu beberapa saat untuk menyebarkan data sepenuhnya ke semua pengguna di internet.

Berikut ada beberapa hal/saran yang dapat dilakukan setelah melakukan pemindahan website.

Berikut hal yang dapat Anda lakukan untuk memastikan pemindahan berjalan lancar:

Periksa log server di penyedia atau infrastruktur lama, lalu setelah traffic-nya mencapai angka nol, Anda dapat menonaktifkan infrastruktur hosting lama. Tindakan ini mengakhiri proses pemindahan website.