BEBAN OPERASI Beban Operasi dalam Laporan Operasional terdiri dari Beban Pegawai, Beban Barang dan Jasa, Beban Subsidi, Beban Hibah, Beban Bantuan Sosial, Beban Penyisihan Piutang, Beban Penyusutan dan Amortisasi. Untuk masing-masing akun yang terdapat dalam Beban Operasi dijelaskan sebagai berikut: Beban Pegawai Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah Belanja Pegawai LRA + (Utang Belanja Pegawai 31 Desember 20NN – Utang Belanja Pegawai 31 Desember          20-NN). Beban Barang dan Jasa Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah Belanja Barang dan Jasa LRA + (Beban Dibayar Dimuka 31 Desemner 20-NN - Beban Dibayar Dimuka 31 Desemner 20NN) + (Persediaan 31 Desember 20-NN - Persediaan 31 Desember 20NN) + (Utang Belanja Persediaan 31 Desember 20NN - Utang Belanja Persediaan 31 Desember 20-NN) + (Utang Belanja Jada dan Pemeliharaan 31 Desember 20NN - Utang Belanja Jada dan Pemeliharaan 31 Desember 20-NN). Beban Subsidi Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah sejumlah Belanja Subsidi LRA. Beban Hibah Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah Belanja Hibah LRA + (Persediaan Hibah 31 Desember 20-NN – Persediaan Hibah 31 Desember 20NN). Beban Bantuan Sosial Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah sejumlah Belanja Bantuan Sosial LRA. Beban Penyisihan Piutang Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah Penyisihan Piutang 31 Desember 20-NN – Penyisihan Piutang 31 Desember 20NN. Beban Penyusutan dan Amortisasi Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah Akumulasi Penyusutan 31 Desember 20-NN – Akumulasi Penyusutan 31 Desember 20NN.