PANDUAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PERANGKAT DAERAH

Deskripsi : Perangkat Daerah wajib menyusun Laporan Keuangan Perangkat Daerah yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Format Laporan Keuangan Perangkat Daerah diunduh pada link https://bit.ly/FormatLapKeuPD

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Laporan Realisasi Anggaran menyajikan mengenai informasi realisasi pendapatan-LRA, belanja, transfer, surplus/defisit-LRA, dan pembiayaan, yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode, dan dengan realisasi periode sebelumnya.

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Pendapatan LRA

Pendapatan LRA adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Daerah yang menambah Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak Pemerintah Kota Denpasar, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah.

1. Perhitungan

Pendapatan LRA = STBP Tahun Berjalan – Restitusi Pendapatan

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Belanja

Belanja adalah semua pengeluaran oleh Bendahara Umum Daerah yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh Pembayarannya kembali oleh pemerintah.

1. Perhitungan

Belanja = Total Belanja Uang Persediaan (UP)  + Total Belanja Langsung (LS) + Total Belanja Tambah Uang (TU) –                                             Contrapost(CP)

2. Pengujian Belanja : https://bit.ly/FormatPengujianBelanja

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Penerimaan Pembiayaan

Penerimaan pembiayaan antara lain dapat berasal dari pinjaman, dan hasil divestasi.

1. Perhitungan

Penerimaan Pembiayaan = Silpa Tahun Sebelumnya + Pinjaman + Hasil Investasi

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Pengeluaran Pembiayaan

Pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembayaran kembali pokok pinjaman, pemberian pinjaman kepada entitas lain, dan penyertaan modal oleh Pemerintah Kota Denpasar.

1. Perhitungan

Pengeluaran Pembiayaan  = SP2D Pembiayaan

NERACA

Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas akuntansi/entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu

NERACA

ASET LANCAR

Aset lancar terdiri dari kas, piutang, penyisihan piutang, beban dibayar dimuka dan persediaan. Untuk masing-masing akun yang terdapat dalam aset lancar dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kas
    Kas yang disajikan dalam laporan neraca adalah sisa uang yang ada pada rekening bendahara penerimaan maupun  bendahara pengeluaran per 31 Desember 20NN yang belum disetorkan ke Kas Daerah.

  2. Piutang
    Piutang yang disajikan dalam laporan neraca adalah sisa piutang per 31 Desember 20-NN yang telah dikurangi dengan penghapusan dan pembayaran piutang selama 1 tahun sehingga menghasilkan piutang per 31 Desember 20NN.

  3. Penyisihan Piutang
    Penyisihan piutang yang disajikan dalam laporan neraca adalah piutang per 31 Desember 20NN yang telah disisihkan sesuai umur piutang. Umur piutang diklasifikasikan sebagai berikut:
  1. Beban Dibayar Dimuka        
    Beban dibayar dimuka yang disajikan dalam laporan neraca adalah nilai kontrak atas sewa dibayar dimuka dan asuransi dibayar dimuka selama masa kontrak dikurangi dengan nilai kontrak yang sudah berjalan sampai dengan 31 Desember 20NN.

  2. Persediaan
    Persediaan yang disajikan dalam laporan neraca adalah sisa persediaan per 31 Desember 20-NN ditambah dengan pembelian persediaan dikurangi dengan persediaan yang telah digunakan selama 1 tahun.
NERACA

INVESTASI JANGKA PANJANG

Investasi jangka panjang terdiri dari Investasi Jangka Panjang Non Permanen dan Investasi Jangka Panjang Permanen. Untuk masing-masing akun yang terdapat dalam investasi jangka panjang dijelaskan sebagai berikut:

  1. Investasi Jangka Panjang Non Permanen merupakan investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan atau suatu waktu dijual atau ditarik kembali.

  2. Investasi Jangka Panjang Permanen merupakan investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara berkelanjutan atau tidak untuk diperjualbelikan atau ditarik kembali. Nilai investasi jangka panjang permanen yang disajikan dalam laporan neraca adalah selisih antara nilai investasi permanen akhir tahun 20NN dikurangi dengan nilai investasi permanen akhir tahun 20-NN.
NERACA

ASET TETAP

Aset Tetap terdiri dari Tanah, Peralatan dan Mesin, Gedung dan Bangunan, Jalan, Jaringan dan Irigasi, Aset Tetap Lainnya, Konstruksi Dalam Pengerjaan dan Akumulasi Penyusutan. Nilai asset tetap yang disajikan dalam laporan keuangan neraca adalah nilai aset tetap per 31 Desember 20NN yang telah di rekonsiliasikan dengan Bidang Aset sesuai neraca aset.

NERACA

PROPERTI INVESTASI

Properti investasi adalah properti untuk menghasilkan pendapatan sewa atau untuk meningkatkan nilai aset atau keduanya. Nilai properti investasi yang disajikan dalam laporan neraca adalah nilai properti investasi per 31 Desember 20NN yang telah di rekonsiliasikan dengan Bidang Aset sesuai neraca aset.

NERACA

ASET LAINNYA

Aset Lainnya terdiri dari Kemitraan dengan Pihak Ketiga, Aset Tak Berwujud, Aset Lain-Lain, Akumulasi Amortsasi Aset Tidak Berwujud dan Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya. Nilai aset lainnya yang disajikan dalam laporan neraca adalah nilai aset lainnya per 31 Desember 20NN yang telah direkonsiliasikan dengan Bidang Aset sesuai neraca aset. Untuk Dana Transfer Treasury Deposit Facility (TDF) menggunakan angka yang dikirim dari pusat.

NERACA

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK

Kewajiban Jangka Pendek terdiri dari Pendapatan Diterima Dimuka, Utang Belanja Pegawai, Utang Belanja Persediaan, Utang Belanja Jasa dan Pemeliharaan dan Utang Jangka Pendek Lainnya. Untuk masing-masing akun yang terdapat dalam kewajiban jangka pendek dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pendapatan Diterima Dimuka  
    Pendapatan Diterima Dimuka yang disajikan dalam laporan neraca adalah nilai kontrak keseluruhan yang sudah di bayar kepada pihak ketiga dikurangi dengan masa kontrak yang sudah berjalan sampai dengan 31 Desember 20NN.
  2. Utang Belanja      
    Utang Belanja yang disajikan dalam laporan neraca adalah nilai utang yang belum dibayarkan sampai 31 Desember 20NN yang akan di bayar pada tahun berikutnya.

LAPORAN OPERASIONAL

Laporan Operasional menyediakan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keuangan entitas pelaporan yang tercerminkan dalam pendapatan-LO, beban, dan surplus/defisit operasional dari suatu entitas pelaporan yang penyajiannya disandingkan dengan periode sebelumnya.

LAPORAN OPERASIONAL

PENDAPATAN ASLI DAERAH-LO

Pendapatan Asli Daerah-LO terdiri dari Pajak Daerah-LO, Retribusi Daerah-LO, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LO dan Lain-Lain PAD yang Sah-LO. Untuk masing-masing akun yang terdapat dalam Pendapatan Asli Daerah-LO dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pajak Daerah-LO
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Pendapatan Pajak Daerah LRA + (Piutang Pajak 31 Desember 200NN – Piutang Pajak 31 Desember 20-NN) + Pendapatan Diterima Dimuka 31 Desember 20-NN – Pendapatan Diterima Dimuka 31 Desember 20NN.

  2. Retribusi Daerah-LO
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Pendapatan Retribusi Daerah LRA + (Piutang Retribusi 31 Desember 20NN – Piutang Retribusi 31 Desember      20-NN).

  3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan-LO
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Nilai sejumlah pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan LRA.

  4. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah LRA + (Piutang Lainnya 31 Desember 20NN – Piutang Lainnya 31 Desember 20-NN) + Pendapatan Diterima Dimuka 31 Desember 20-NN – Pendapatan Diterima Dimuka 31 Desember 20NN.

LAPORAN OPERASIONAL

PENDAPATAN TRANSFER-LO

Pendapatan Transfer-LO terdiri dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat-LO dan Pendapatan Transfer Antar Daerah-LO. Untuk masing-masing akun yang terdapat dalam Pendapatan Transfer-LO dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat-LO
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Nilai sejumlah ( pendapatan transfer pemerintah pusat LRA - Dana Desa karena penyalurannya tidak melalui Rekening Kas Umum Daerah).

  2. Pendapatan Transfer Antar Daerah-LO
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Pendapatan Transfer Antar Daerah LRA + (Piutang Transfer Antar Daerah 31 Desember 20NN – Piutang Transfer Antar Daerah 31 Desember 20-NN).

LAPORAN OPERASIONAL

LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH-LO

Nilai yang di input pada Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah-LO adalah nilai Hibah yang diterima Perangkat Daerah yang diklasifikasikan menurut sumber hibahnya yang dimasukkan pada Pendapatan Hibah-LO. Pendapatan Hibah terdiri dari Pendapatan Hibah dari Pemerintah Pusat, Pendapatan Hibah dari Pemerintah Daerah Lainnya, dan Pendapatan Hibah dari Badan/Lembaga/Organisasi Dalam Negeri.

LAPORAN OPERASIONAL

BEBAN OPERASI

Beban Operasi dalam Laporan Operasional terdiri dari Beban Pegawai, Beban Barang dan Jasa, Beban Subsidi, Beban Hibah, Beban Bantuan Sosial, Beban Penyisihan Piutang, Beban Penyusutan dan Amortisasi. Untuk masing-masing akun yang terdapat dalam Beban Operasi dijelaskan sebagai berikut:

  1. Beban Pegawai
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah 

    Belanja Pegawai LRA + (Utang Belanja Pegawai 31 Desember 20NN – Utang Belanja Pegawai 31 Desember          20-NN).

  2. Beban Barang dan Jasa
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah 

    Belanja Barang dan Jasa LRA + (Beban Dibayar Dimuka 31 Desemner 20-NN - Beban Dibayar Dimuka 31 Desemner 20NN) + (Persediaan 31 Desember 20-NN - Persediaan 31 Desember 20NN) + (Utang Belanja Persediaan 31 Desember 20NN - Utang Belanja Persediaan 31 Desember 20-NN) + (Utang Belanja Jada dan Pemeliharaan 31 Desember 20NN - Utang Belanja Jada dan Pemeliharaan 31 Desember 20-NN).

  3. Beban Subsidi
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    sejumlah Belanja Subsidi LRA.

  4. Beban Hibah
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Belanja Hibah LRA + (Persediaan Hibah 31 Desember 20-NN – Persediaan Hibah 31 Desember 20NN).

  5. Beban Bantuan Sosial   
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    sejumlah Belanja Bantuan Sosial LRA.

  6. Beban Penyisihan Piutang       
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Penyisihan Piutang 31 Desember 20-NN – Penyisihan Piutang 31 Desember 20NN.

  7. Beban Penyusutan dan Amortisasi       
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Akumulasi Penyusutan 31 Desember 20-NN – Akumulasi Penyusutan 31 Desember 20NN.

LAPORAN OPERASIONAL

BEBAN TRANSFER

Beban Transfer dalam Laporan Operasional terdiri dari Beban Bagi Hasil dan Beban Bantuan Keuangan. Untuk masing-masing akun yang terdapat dalam Beban Transfer dijelaskan sebagai berikut:

  1. Beban Bagi Hasil
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Sejumlah Belanja Bagi Hasil LRA.

  2. Beban Bantuan Keuangan        
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Sejumlah (Belanja Bantuan Keuangan LRA - Realisasi Dana Desa yang seharusnya tidak merupakan beban Pemerintah Daerah yang hanya sebagai penampung sementara sebelum disalurkan karena pengelolaan dana desa ada pada Desa). 

LAPORAN OPERASIONAL

SURPLUS NON OPERASIONAL

Defisit Non Operasional terdiri dari Defisit Penjualan/Pertukaran/Pelepasan Aset Non Lancar-LO, Defisit Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang-LO dan Defisit dari Kegiatan Non Operasional. Untuk masing-masing akun yang terdapat dalam Defisit Non Operasional dijelaskan sebagai berikut :

  1. Defisit Penjualan/Pertukaran/Pelepasan Aset Non Lancar-LO
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Nilai defisit/nilai buku atas penjualan aset Pemerintah Daerah yang dilaporkan oleh Bidang Aset.

  2. Defisit Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang-LO
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Sebesar nilai defisit atas penyelesaian kewajiban jangka panjang.

  3. Defisit dari Kegiatan Non Operasional Lainnya-LO
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Penurunan nilai investasi permanen dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tahun 20NN.

LAPORAN OPERASIONAL

POS LUAR BIASA

Pos Luar Biasa terdiri dari Pendapatan Luar Biasa dan Beban Luar Biasa. Untuk masing-masing akun yang terdapat dalam Pos  Luar Biasa dijelaskan sebagai berikut :

  1. Pendapatan Luar Biasa

  2. Beban Luar Biasa  
    Nilai yang disajikan dalam laporan operasional adalah

    Sejumlah Belanja Tak Terduga LRA.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Laporan Perubahan Ekuitas memuat jumlah ekuitas awal, mutase ekuitas dan ekuitas akhir.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

EKUITAS AWAL

Ekuitas Awal yang disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas adalah

Nilai Ekuitas Ahir 31 Desember 20-NN

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

SURPLUS/(DEFISIT) LO

Surplus/(Defisit) LO yang disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas adalah

Nilai Surplus/(Defisit) LO yang disajikan pada Laporan Operasional 31 Desember 20NN.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

DAMPAK KOMULATIF PERUBAHAN KEBIJAKAN/KESALAHAN MENDASAR

Dampak Komulatif Perubahan Kebijakan/Kesalahan Mendasar yang disajikan pada Laporan Perubahan Ekuitas adalah

Sebesar nilai koreksi atas Laporan Keuangan yang disajikan Perangkat Daerah yang disesuikan dengan akun-akun yang terdapat pada Laporan Perubahan Ekuitas.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

EKUITAS AKHIR

Ekuitas Akhir yang disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas adalah

Penjumlahan dari Ekuitas Awal + Surplus/(Defisit) LO + Dampak Komulatif Perubahan Kebijakan/Kesalahan Mendasar.

Ekuitas Akhir dalam Laporan Perubahan Ekuitas harus sama nilainya dengan Ekuitas Akhir yang ada pada Laporan Neraca.