Catat Saldo Akhir Tahun Berjalan
Transaksi “Catat Saldo Akhir Tahun Berjalan” digunakan untuk mencatat sisa saldo akhir tahun berjalan. Khusus transaksi catat saldo akhir tahun berjalan, selalu dicatat pada tanggal 31 Desember tahun berjalan. Nilai yang dijurnal sebesar selisih sisa saldo akhir tahun berjalan (Tahun ke-n) dikurangi sisa saldo akhir tahun sebelumnya (Tahun ke n-1)
Point Penting Penjurnalan
1. Penomoran Dokumen pada SIPD:
Format : No urut (4 digit)/ JP-UTANG/ Catat Saldo Akhir/OPD/Tahun
Contoh : 0002/JP-UTANG/ Catat Saldo Akhir/Diskop/2024
2. Contoh Dokumen Sumber yang Absah
Contoh Kasus dan Jurnal
Kasus 1:
Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah mecatat Utang Belanja Jasa Kantor-Tagihan Listrik tahun 2023 sebesar Rp350.000,00, sedangkan Utang Belanja Jasa Kantor-Tagihan Listrik tahun 2024 sebesar Rp250.000,00. Atas keterangan tersebut maka dihitung nilai yang akan dijurnal :
Nilai Jurnal = Saldo Akhir Tahun n–Sisa Saldo Akhir Tahun n-1
Nilai Jurnal = 250.000,00 – 350.000,00
Nilai Jurnal = -100.000,00
Jurnal 1:
|
TANGGAL |
KODE AKUN |
NAMA REKENING |
DEBET |
KREDIT |
|
31 Desember 2024 |
2.1.06.02.02.0061 |
Utang Belanja Jasa Kantor-Tagihan Listrik |
100.000,00 |
|
|
|
8.1.02.02.01.0061 |
Beban Tagihan Listrik |
|
100.000,00 |
Kasus 2:
Dinas Pariwisata mencatat Utang Belanja Jasa Kantor-Tagihan Air tahun 2023 sebesar Rp5.000.000,00, sedangkan Utang Belanja Jasa Kantor-Tagihan Air tahun 2024 sebesar Rp.7.000.000,00. Atas keterangan tersebut maka dihitung nilai yang akan dijurnal :
Nilai Jurnal = Saldo Akhir Tahun n–Sisa Saldo Akhir Tahun n-1
Nilai Jurnal = 7.000.000,00 – 5.000.000,00
Nilai Jurnal = 2.000.000,00
Jurnal 2:
|
TANGGAL |
KODE AKUN |
NAMA REKENING |
DEBET |
KREDIT |
|
3 Desember 2024 |
8.1.02.02.01.0060 |
Beban Tagihan Air |
2.000.000,00 |
|
|
|
2.1.06.02.02.0060 |
Utang Belanja Jasa Kantor-Tagihan Air |
|
2.000.000,00 |